Abhi memandangi Laras dari luar toko. tidak punya nyali untuk mendekat. terlalu malu untuk sekedar menyapa. sadar dosanya sudah terlalu banyak pada wanita yang kini sedang mengandung darah dagingnya itu. ketika mamanya memberitahu bahwa Laras sedang hamil anaknya, rasanya Abhi ingin segera mendatangi Laras. memeluknya erat demi melampiaskan rasa hatinya yang begitu senang. dadanya rasa mau meledak saking bahagianya. tapi sekarang, saat Laras ada didekatnya nyalinya langsung ciut. keberaniannya menghilang entah kemana. Laras yang menyadari keberadaan Abhi di luar toko segera keluar menghampirinya. " mas Abhi, kenapa nggak masuk? " sapanya ramah. Abhi tersenyum canggung. " ayo masuk, kita bicara di dalam " Abhi mengangguk. diikutinya langkah Laras yang kembali masuk ke dalam toko.

