Di mini market tempat Misaki bekerja, malam hari. Yuka menghela napas panjang, wajahnya terlihat bosan. "Oi, Yuka!" Takeda menyipitkan mata ke arah Yuka yang tertelungkup malas di atas konter, tangannya sibuk mengatur beberapa kotak biskuit pada rak jualan. "Ini sudah hari Sabtu... sudah seminggu lebih Misaki tak masuk kerja, juga tak ada kabar. Orang-orang apartemennya pun tak ada yang tahu..." ujarnya malas. "Memang kau tak bertanya pada mereka di sana?" Yuka tak langsung menjawab pertanyaan itu, otaknya masih memproses semuanya. Matanya tiba-tiba membeliak lebar, badannya ditegakkan. "Benar juga! Bukankah Si Playboy itu satu apartemen dengan Misaki? Kenapa aku lupa? Oh, My God!" "Eh... Yuka-san, kau rada ke-Inggris-inggrisan semenjak marathon nonton drama barat sejak senin lalu.

