Sang playboy adalah lelaki normal, namun hidupnya jauh dari kata normal.... Masa lalunya tak seindah nama dan statusnya saat ini yang diraih dengan air mata dan pengorbanan yang melelahkan. Masa lalu menyedihkan yang membuat dirinya menjadi manusia layaknya iblis tak bermoral. Masa lalu yang membuatnya harus membunuh hatinya sendiri di setiap waktu agar bisa bertahan demi memenuhi ambisi balas dendamnya pada orang-orang yang telah menghancurkan kebahagiaan kecilnya dengan ibu yang disayanginya. Terkadang, saat ia membuka mata di pagi hari, ia berharap apa yang dilaluinya saat ini hanyalah mimpi buruk belaka, sayangnya segala luka di hatinya membuatnya seperti diguyur air dingin untuk menerima kenyataan pahit itu. Ponselnya kembali berdering. Ia bangun, memperbaiki posisinya. Duduk be

