84 - Crazy

1214 Words

Di rumah, Gama melempar punggungnya di sofa. Ia menatap langit langit ruang tamu dengan perasaan yang sangat tidak enak. Pria itu mengangkat tangannya, ia meletakkannya di atas kening untuk sekedar memberatkan kepalanya yang sedang pusing. Masalah pekerjaan, masalah Luna, Gama sampai bingung mana yang harus ia pikirkan. Kepalanya mau meledak. Semakin tua semakin banyak saja masalah yang menimpanya. “Ish! Umur udah kepala tiga, tapi rasanya masalah malah makin banyak aja.” Keluhnya. Perutnya keroncongan. Ia lapar, tapi malas makan. Napsu makan Gama hilang sejak Luna pergi dari rumah. Memang Gama tahu Luna sedang pulang ke rumah orang tuanya, tapi tetap saja Gama tidak tenang. Gama ingin Luna kembali tinggal bersamanya. Memaafkan dirinya dan memulai dari awal. Mereka sudah tahu peras

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD