Di tempat kerja, Gama tidak bisa fokus, bukan karena ia panik atau stress. Tapi karena terlalu senang hari ini Luna pulang. Gama terlalu gugup. Ia tahu betul bahwa akhir-akhir ini ia sangat menyedihkan. Tidak napsu makan, suka murung, dan tidak semangat kerja. Sampai sampai pekerjaannya banyak yang terbengkalai dan tidak diselesaikan dengan cepat. Luna berhasil membuatnya kacau. "Nggak bisa kayak gini. Percuma, nggak bisa fokus kerja." Ujar Gama pada dirinya sendiri. Gama memutuskan untuk menutup laptopnya, pria itu fokus pada jam dinding yang tertempel. Gama menggigit bibir bawahnya, tidak sabar sekali menunggu pukul lima sore. Saat ini masih pukul tiga sore. "Peduli setan, aku bossnya, aku yang memutuskan kapan harus pulang." Putus Gama akhirnya. Ia tampak putus asa karena sudah tidak

