Luna tahu hal ini akan terjadi. Baru saja ia sampai di rumah, baru saja mobil mereka berhenti di pelataran lobi. Gama sudah sibuk dengan ponselnya karena Camelia meneleponnya. “Halo, Mel.” “Gama bantuin aku. Ban mobil aku bocor. Aku nggak tahu ini di daerah mana.” “Huh? Kok bisa?” “Nggak tahu. Gimana dong? Aku bingung mau minta bantuan siapa lagi. Gama kamu mau ‘kan bantuin aku? Aku nggak pinter baca maps, aku juga nggak hapal daerah sini. Aku takut banget, di sini sepi, Gama. Gelap juga.” Gama panik, Luna mengembuskan napasnya. Mau kesal juga sudah capek. Ia yang baru membuka sabuk pengaman dan membuka pintu mobil hendak turun dari mobil ditahan Gama. “Lun.” Panggilnya. “Apa?” “Saya mau izin. Boleh jemput Camelia? Kasihan dia ...,” belum selesai dengan ucapannya, Luna memot

