✉ 98 || Riga Nara Neonatha

1484 Words

    Aku dan Vienna baru saja menyelesaikan tugas membuat laporan praktikum. Sebenarnya yang banyak mengerjakan Vienna sih. Aku hanya menyalin saja, hehe. Tapi tenang, Vienna tidak mempermasalahkan hal seperti itu.     "Rig," panggil Vienna dari balik punggungku.     "Kenapa?" balasku sambil tetap fokus berkendara. Namun aku juga memelankan laju motorku, biar suara Vienna yang lirih itu bisa terdengar.     Vienna tak lantas menjawab. Dia sepertinya ragu-ragu untuk melanjutkan ucapannya.     "Kenapa, sih? Lo jangan bikin penasaran gitu," cecarku tak mau digantungkan begini. Memangnya aku jemuran, harus digantung sampai kering?     "Kamu udah dapet misi?" Akhirnya Vienna buka suara juga.     "Udah."     "Misi kamu apa?"     "Lo dulu yang kasih tau."     "Kan aku yang tanya."  

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD