Bab 9

1306 Words
Hari ini Xafier mengajak Venus pertama kalinya pergi ke perusahaannya. Memeluk pinggang Venus dengan erat seolah takut jika Venus akan kabur pergi. Kedatangan Xafier yang membawa seorang wanita ke kantor dan memeluknya membuat heboh semua orang. Selama ini tak ada yang bisa menyentuh Xafier. Setiap kali ada yang menggodanya, Xafier akan langsung membuat para wanita itu tak bisa melihatnya lagi. Banyak terdengar kabar juga jika Xafier penyuka sesama jenis. "Kenapa mereka lihatin aku kayak gitu?" tanya Venus bingung. "Kamu cantik," jawab Xafier sekenanya. "Hah?" Cup.... Xafier mencium Venus karena melihat Venus melongo mendengar jawabannya. Banyak orang yang melihat apa yang di lakukan Xafier pada Venus berteriak histeris. Venus melototkan matanya pada Xafier tapi Xafier hanya terkekeh melihat itu. Semakin percaya lah semua orang jika Venus adalah pasangan yang Xafier pilih. "Kamu tuh ngapain cium cium aku, nggak malu di lihat banyak orang?" "Ini kantorku, kalau ada yang keberatan mereka tinggal resign aja dari sini. Lagian siapa yang mau keluar dari perusahaan ku? Mereka kerja disini, hidup mereka jadi lebih baik!" ujar Xafier santai. Xafier seolah tak peduli dengan orang lain disana. Baginya hanya Venus yang terlihat di matanya. Venus sendiri tak bisa tahu bagaimana perasaannya saat ini. Yang jelas perasaan aman saat bersama dengan Xafier selalu dia dapatkan. Xafier mengajak Venus naik ke ruangannya. "Tunggu Xafier!!" Langkah Venus dan Xafier terhenti. Mereka berbalik, dari arah loby terlihat Sabitha yang datang kesana dengan berlari. Dia mendekati Venus juga Xafier. "Kamu masih mau sama cewek kayak dia?" Venus melihat Sabitha bingung, tiba tiba sekali Sabitha ada disana. Dan kapan dia kembali? "Kamu kenal dia?" Venus menoleh ke arah Xafier. Bingung ingin menjawab apa. Sabitha yang melihat wajah Venus bingung merasa semakin di atas angin. Sabitha berpikir jika Venus ketakutan dengan keberadaan nya. "Siapa?" Sabitha mengulurkan tangannya senang, dia ingin mengenalkan dirinya pada Xafier mengatakan kalau dia adalah calon istri Xafier yang sebenarnya. "Aku Sabitha, harusnya aku yang ada di sampingmu itu. Aku calon istrimu yang kemarin di jodohkan dengan mu." ucap Sabitha percaya diri. Xafier hanya melihat tangan itu tanpa ingin menyambutnya. Xafier tak tertarik dengan Sabitha, dari awal Xafier juga sudah tahu siapa Sabitha. Sabitha yang tak kunjung mendapatkan sambutan dari Xafier menggeram marah lalu menarik tangannya kembali. "Kenapa mengacuhkan ku?" tanya Sabitha kesal. "Lalu aku harus apa? Menyanjung mu? Menerima mu? Dan mata kamu buta kalau aku sudah punya pasangan." Xafier juga menunjukkan cincin yang dia pakai. Xafier mengangkat tangan Venus yang juga mengenakan cincin yang sama. Sabitha yang kesal mengangkat tangannya ingin menampar Venus. Tapi tangan itu di cekal oleh Venus. Mata Xafier melebar, dia lupa jika istrinya itu juga bisa bertingkah bar bar jika dia di usik. "Nggak usah angkat tangan kamu ke aku. Dan kamu bilang Xafier pasangan kamu, lucu sekali." Venus mendorong tubuh Sabitha sampai Sabitha terhuyung ke belakang. Menggeram marah karena Venus sempat meremas tangan Sabitha yang membuat tangan nya kesakitan. "Sabitha, kamu yang memilih kabur dari perjodohan itu sampai papa suruh aku pulang kesini buat gantiin kamu. Terus sekarang kamu teriak teriak buat jadi pasangan kamu, gila ya kamu??" Xafier sejak tadi menatap wajah Venus dari samping. Dia tak peduli dengan hal lain, apalagi melihat Venus yang bisa membela dirinya sendiri. Sabitha menunjuk wajah Venus dengan geram. "Harusnya aku yang ada disisi Xafier. Bukan kamu, dan kamu Xafier? Kenapa orang yang datang ke rumah ku pertama kali berbeda dengan kamu hah? Kamu mau menipuku?" Xafier yang sejak tadi fokus dengan wajah Venus menoleh. Wajahnya yang tadi terpesona dengan Venus berganti menjadi datar. "Itu orang ku untuk memastikan perjodohan itu. Tapi ternyata kedatangan ku yang kedua langsung Venus yang muncul. Jadi bukan salah ku dong kalau aku langsung menikah dengan nya? Aku juga sudah suka sama dia sejak pertama kali melihatnya." Xafier mengatakan itu secara blak blakan, terlebih saat mengakui itu tatapan Xafier tertuju pada Venus. Wajah Venus memerah, dan terasa panas hanya karena mendengar perkataan Xafier tadi. Xafier menarik pinggang Venus agar lebih dekat dengan nya. Sabitha yang melihat kelembutan Xafier pada Venus kembali marah. Dia tak menyangka jika Xafier yang terkenal tak suka dengan wanita malah bisa memperlakukan Venus selembut itu. "Venus, kamu bisa berada di sampingnya saat ini. Tapi kamu sudah selingkuh dengan lali laki lain!" Teriakan Sabitha mengundang banyak tanya pada semua orang yang sedang melihat mereka. Venus mengerutkan keningnya. Selingkuh dari Xafier? Dia pergi saja sudah di ikuti kemana mana. Setiap hari di kurung di kamar. Lalu kapan dia punya waktu untuk selingkuh. Venus melihat Xafier bingung, tapi Xafier mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu menahu. Sabitha mengeluarkan ponselnya memutar rekaman suara dimana disana terdengar suara Venus yang sedang menyebut nama seseorang. Xafier yang mendengar itu terbatuk. Sedangkan wajah Venus semakin merah karena menahan malu. Bukan karena dia selingkuh tapi karena suaranya di dengar banyak orang. "Dengar kan, dia selingkuh dengan laki laki bernama Kaito. Jadi Xafier kamu harus membuangnya. Cuma aku yang pantas untuk kamu. Bukan wanita jalang itu!" tunjuk Sabitha dengan mata berapi api. Sabitha berpikir jika apa yang dia lakukan benar dan Xafier pasti akan meninggalkan Venus lalu memilihnya. Para karyawan yang sejak tadi mendengar kan semua perdebatan itu bingung. Banyak bisik bisik disana yang membuat Sabitha yakin jika Venus selingkuh dan bersalah. "Kai...." bisik Venus malu. Xafier yang melihat istrinya malu pun tersenyum gemas. Dia meraih pundak Venus, membenamkan kepala Venus di d**a bidangnya. Sabitha bingung, bagaimana bisa Xafier tak mengamuk saat ini. "Kamu bilang kamu yang di jodohkan dengan ku? Tapi kamu bahkan nggak tahu apa apa soal aku. Luci sekali, kenapa bisa ada wanita bodoh seperti mu di dunia ini!" Mata Sabitha melotot, saat Xafier menyebutnya bodoh. "Xafier jaga bicaramu, aku membantumu membongkar perselingkuhan Venus dengan laki laki bernama Kaito. Tapi kamu malah mengatai ku bodoh? Kamu keterlaluan!" Sabitha berteriak keras, tapi kali ini wajah Xafier berubah datar dan dingin seperti biasanya. "Kaito Keiran Xafier!" "Venus memanggilku Kaito," ucap Xafier tenang. Tubuh Sabitha limbung ke belakang, dia menatap Venus dan Xafier tak percaya. Dan semua orang yang ada disana, menertawakan kebodohan Sabitha kali ini. Venus yang melihat wajah pucat Sabitha menyeringai, dia lalu berjalan mendekati Sabitha. "Aku cuma mau tegaskan sama kamu, kalau Kaito bukan barang yang bisa di tukar tukar hanya untuk menuruti keinginan bodoh mu itu." Sabitha menggeleng, dia masih tak percaya dengan apa yang dia dengar. Dia meraih kedua bahu Venus lalu mengguncangnya dengan histeris. "Kamu bohong, kamu selingkuh, aku mendengar jelas kamu menyebut nama laki laki itu saat kalian bersama. Dan kamu juga sudah membaca pesanku!!" Venus meringis kesakitan karena Sabitha mengguncang kedua bahunya. Venus yang kesal mendorong keras tubuh Sabitha sampai Sabitha jatuh ke lantai. Xafier mendekat ke arah Venus memeriksa keadaan Venus. "Kamu nggak apa apa?" Venus menggeleng sambil tersenyum. Sedangkan Sabitha merintih kesakitan saat ini karena dorongan keras dari Venus. "Sabitha, jangan membuatku bertindak lebih seperti ini. Kamu sudah mendapatkan semuanya dari papaku. Kamu menikmati harta yang seharusnya jadi milikku. Dan kamu membuatku terjebak dengan perjodohan yang kamu buat. Tapi untuk yang perjodohan itu, aku berterima kasih kepadamu. Anggap semua sakitku sudah impas karena aku mendapatkan Kaito. Jadi jangan coba coba memancing amarahku lagi setelah ini!!!" Tubuh Sabitha beringsut mundur, dia melihat Venus dengan rasa takut. Karena Venus yang berdiri di depannya ini berbeda dengan Venus yang di kirim keluar negeri oleh papanya. Xafier memberi kode pada petugas keamanan di perusahaannya untuk menyeret Sabitha keluar. "Bawa dia pergi, dan untuk semuanya. Lihat, perhatikan baik baik wajah wanita ini. Dia di larang masuk dan mendekat ke perusahaan. Jika masih ada yang melihat dia menerobos masuk ke dalam perusahaan, baik disini ataupun cabang kalian harus langsung mengusirnya. Jika dia memberontak, kalian bisa langsung melaporkannya kepada polisi!" Setelah mengatakan itu, Xafier menarik tangan Venus lembut. Dia membawa Venus pergi dari sana ke lantai atas. Sabitha yang sudah di cekal oleh dua petugas keamanan berteriak memanggil nama Xafier. "Xafier, kamu nggak bisa lakuin ini sama aku. Aku calon istri mu bukan wanita sialan itu!!" to be continued
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD