Bab 21

1310 Words

Venus menatap miring ke arah Adrian dan Rosi yang terkejut. Bola mata Rosi bergerak liar karena gelisah. Di sisi lain, Sabitha tetap tak terima karena bisa bisanya Venus mendapatkan semua itu tanpa berusaha apapun. Dan saat ini malah membuka semua masalah keluarganya di depan banyak orang. "Venus, jangan keterlaluan. Dia papa kamu!" Venus melirik ke arah Sabitha sekilas lalu tersenyum sinis. Rasanya sudah muak ketika Adrian terus di sangkut pautkan dengan nya selama ini. Bukan Venus tak tahu jika Adrian masih menyayanginya tapi Adrian terlalu plin plan dan dia masih bisa di setir oleh Rosi. "Sejak dia bawa pelakor itu masuk ke dalam rumah yang bikin mamaku tiada, dia bukan lagi papaku. Papaku sudah mati sejak dulu." sahut Venus cepat. Sabitha menggeleng tak percaya dengan jawaban V

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD