PO || 31

1676 Words

Tiga hari sebelumnya di tempat Aleandra, setelah vas bunga yang jatuh secara tiba-tiba. Aleandra melamunkan apa yang baru saja terjadi, perasaan yang tak enak membuatnya terus memegang dadanya yang berdetak cukup cepat dari biasanya. "Apa dia baik-baik saja? Ya Tuhan... Kenapa perasaanku tak tenang seperti ini," gumam Aleandra. Lalu dia mengingat janin yang ada di perutnya. Dia mengelus perutnya yang masih rata dan tersenyum mengingat dirinya sedang mengandung anak dari Marvin; pria yang dia cintai. Namun seketika dirinya kembali murung, saat mengingat dirinya jauh dari Marvin karena masalah yang tak dia inginkan terjadi. Dan sekarang rasanya dia ingin menangis, entah kenapa perasaannya semakin tak tenang saat mengingat Marvin. Bianca menghampiri Aleandra dengan membawa sebuah kue dar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD