BAB 3

1060 Words
Dari kecil, aku sudah sangat tertarik dengan teknologi, ketika anak-anak lain meminta mobil-mobilan atau boneka beruang untuk dijadikan sebagai teman bermainnya, aku malah meminta komputer pada orang tuaku, beruntungnya aku terlahir di keluarga yang berkecukupan sehingga mereka dapat memberikan apapun yang kuminta dengan cepat tanpa harus merengek-rengek. Itu memang poin positifnya. Namun, bukan berarti mereka tidak merasa heran saat melihat anaknya yang berumur 5 tahun, lebih menyukai menghabiskan waktu di depan komputer dibandingkan bermain dengan mainan-mainan yang mereka beli dan sediakan di kotak besar. Aku tumbuh menjadi seorang remaja laki-laki berusia 23 tahun, berambut hitam legam dengan mata minus karena terlalu sering menatap layar, sehingga selalu menggunakan kaca mata sebagai pelindung mataku. Aku sering disebut sebagai ‘anak cupu’ oleh teman-temanku, meski seharusnya mereka memanggilku dengan Fidel, karena nama lengkapku adalah Fidel Iconic, tapi terserah, aku tidak begitu mempedulikan anggapan orang lain. Di kampus, aku tidak begitu pintar, juga tidak begitu bodoh. Aku hanyalah anak rata-rata yang biasa-biasa saja. Bagiku, kampus hanyalah bagian dari rutinitasku agar orangtuaku bisa tenang karena anaknya masih punya peluang untuk memperbaiki diri di masa depannya, meskipun aku tidak begitu mempedulikannya. Aku tidak membenci kampus, aku senang bisa mendapatkan banyak PR dan memiliki beberapa orang yang bisa kuajak ngobrol secara tatap muka. Tapi, aku tidak pernah menganggap itu semua penting dalam hidupku, karena seluruh hidupku difokuskan pada kegiatanku di internet. Setiap pulang kampus, aku selalu bermain laptop dan menjelajahi dunia internet hingga larut malam. Tidak, aku tidak bermain game, berselancar di media sosial, atau menonton film. Waktuku di internet selalu kuhabiskan dengan masuk ke dalam dunia bawah tanah, atau biasa orang-orang awam sebut sebagai deep web atau dark web. Meskipun begitu, aku tidak terlibat banyak di dunia gelap itu, aku hanya menjadi pengunjung biasa yang tertarik dengan tema-tema semacam itu sehingga aku selalu mendapatkan kesenangan saat melihat berbagai hal terkait dunia tersebut di layar laptopku. Aku tahu, sangat berbahaya bagi orang biasa mengunjungi situs-situs gelap semacam itu karena aku bisa terjebak oleh para hacker jahat yang dapat mengakses lokasiku atau kamera laptopku untuk memantau dan mengawasiku. Namun, itu tidak akan terjadi padaku, karena aku juga adalah seorang hacker seperti mereka. Walaupun aku tidak sehandal hacker-hacker lain, karena aku masih cukup amatir, tapi setidaknya aku mampu melindungi diriku sendiri dari serangan hacker lain, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan soal itu. Sebenarnya dulu memang pernah terkena serangan proxy dari hacker-hacker lain sehingga aku sempat kewalahan dan ketakutan pada segala ancaman dan akses yang mereka kirimkan padaku, tapi pada akhirnya aku bisa mengatasinya dengan baik. Kejadiannya sudah beberapa tahun yang lalu dan rasanya masih seperti hari kemarin. Aku tinggal di Islandia, dan cuaca di sini sangat dingin meski musim panas sekalipun, tapi aku sudah terbiasa dengan atmosfirnya, sehingga aku biasa-biasa saja dengan itu. Aku senang bisa terlahir di negara ini, karena Pulau Islandia terpisah sendirian di tengah laut, tidak menempel langsung di Benua Eropa, dan menurutku itu sangat keren karena memberi kesan seperti negara ini adalah tempatnya orang-orang yang dingin dan anti-sosial. Suatu hari, pada Bulan Maret 2030, dunia digegerkan dengan sebuah pengumuman misterius yang viral di internet, yang berisi tawaran untuk bergabung dengan sebuah organisasi misterius. Aku terkejut saat membaca isinya, dan langsung saja kutelepon teman-temanku, yang merupakan sesama hacker. “Apa kau sudah membacanya pengumumannya!?” tanyaku dengan sedikit panik. “Ya! Sudah!” jawab temanku dari balik telepon dengan memekik, sepertinya dia juga sama kagetnya denganku saat membaca pengumuman yang tersebar di internet barusan. “Hey! Fidel! Ini bercanda, kan!? Aku tidak menyangka mereka terang-terangan seperti itu!” Aku mengangguk dengan cepat saat mendengar kalimat terakhir dari temanku. “Kau benar! Aku juga berpikir sama! Ini aneh! Ini sangat aneh!” “Apakah itu hanya jebakan!? Maksudku, mungkin itu bukan mereka! Tapi orang yang mengaku-ngaku sebagai mereka untuk mencuri perhatian atau semacamnya! Menurutmu bagaimana, Fidel!?” “Entahlah! Aku juga bingung! Mungkin kita harus cari tahu dulu sekarang!” Setelah bilang begitu, aku langsung menutup teleponnya dan kembali duduk di depan layar laptopku, dengan memandang lembar pengumuman yang tertera di monitor. Dari apa yang k****a, mereka menyebut diri mereka sebagai Panda, yang artinya adalah, pesan ini berasal dari Organisasi Panda, salah satu organisasi yang sangat terkenal di dunia hacker, karena berisi hacker-hacker profesional yang sangat jenius. Aku tidak tahu harus bagaimana sekarang, karena aku merasa ada yang aneh dari hal tersebut. Jika pengumuman itu memang berasal dari Organisasi Panda, seharusnya mereka tidak melakukannya secara terang-terangan begitu, karena sama saja itu seperti memancing badan-badan keamanan siber dunia seperti FBI, CIA, dan yang lainnya, yang dapat merekam dan mengintai keberadaan mereka. Itu sama seperti tindakan bunuh diri. Mengapa mereka tidak memberikan pengumuman semacam itu hanya di dunia bawah saja sehingga cuma para hacker yang dapat mengetahuinya bahwa mereka sedang membuka perekrutan anggota baru. Mengapa harus dipublikasikan secara publik ke seluruh dunia, sehingga dapat memancing perhatian banyak pihak? Namun, terlepas dari itu semua, aku sangat tertarik untuk bergabung dengan Organisasi Panda, karena itu adalah salah satu impianku untuk bisa berkelompok dengan hacker-hacker jenius di seluruh dunia. Karena itulah, aku kembali menghubungi temanku yang sesama hacker untuk memberitahunya sesuatu. “Ada apa, Fidel?” tanya temanku yang langsung mengangkat telepon dariku. “Aku akan mengikuti arahan dari pengumumannya! Aku tertarik ingin mengetahui siapa dalang dibalik semua ini! Jika dia seorang penipu, maka aku bisa menariknya ke permukaan dan membuatnya menerima akibatnya, dan jika itu memang  berasal dari Organisasi Panda, maka ini bisa menjadi kesempatan besar untukku bisa bergabung dengan mereka! Aku tidak sabar ingin segera mengetahuinya!” “Fidel, apa kau bergurau!? Jelas-jelas itu hanyalah ulah penipu! Mengapa kau malah terpancing dengan itu!? Bagaimana jika di dalam pesan tersebut, terdapat virus atau hal-hal berbahaya lainnya yang dapat mengakses semua data-datamu sehingga bisa disalahgunakan dan dapat membuat hidupmu hancur dalam sedetik! Kau mau mempertaruhkan seluruh hidupmu hanya dengan sebatas dugaanmu saja, hah!?” “Aku akan menanggung semua resikonya! Lagipula, aku ini seorang hacker, aku bisa melindungi diriku sendiri! Semua data-data pribadiku, tidak bisa diakses semudah itu! Aku juga akan membuktikan padamu, bahwa pilihanku adalah pilihan yang tepat!” “TAPI KAU INI HANYA HACKER AMATIRAN, FIDEL ICONIC!” Saat temanku berteriak, aku langsung mematikan ponselku dan langsung memasang muka serius, kutarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya mulai beraksi untuk memecahkan siapa dalang dibalik pengumuman misterius yang beredar di internet. Aku akan bekerja sangat keras dalam membongkar semua keanehan ini. Namun, aku tahu semua ini tidak akan berjalan dengan mudah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD