Bab.6 Maukah Mencobanya Sebentar?

988 Words
  Semua orang di kantor memandang Fernando tidak percaya, mereka terkejut dan terheran-heran.   Perhiasan dari Tiffany Jewelry ini…...benar-benar dibeli oleh Fernando!   "Tidak mungkin, sama sekali tidak mungkin!"   Qomariyah menggelengkan kepalanya, dia tidak percaya si miskin Fernando mampu membeli perhiasan Tiffany Jewelry seharga satu milyar rupiah.   Tapi panggilan tersebut sudah mengkonfirmasi.   Pembelinya memang Fernando.   "Sayang…..."   Mata Sarah melebar, mulut kecilnya terbuka sedikit, dia bahkan tidak bisa mempercayainya.   "Tidak mungkin, apa mungkin Fernando memenangkan undian?"   "Ya, bagaimana lagi dia bisa membeli perhiasan semahal itu!"   Semua orang di kantor berbisik-bisik.   Fernando terlalu malas untuk berbicara dengan orang-orang ini, dia mengambil kotak perhiasan itu dan memberikannya kepada Sarah, lalu tersenyum.   "Sayang, aku sudah menikah denganmu hampir setahun dan belum memberimu hadiah, ini hadiah pertama yang kuberikan."   Tentu saja, akan ada yang selanjutnya, kata Fernando dalam hatinya.   "Terima kasih, sayang!"   Mata Sarah memerah bahagia, air mata sampai menetes di pipinya.   Dia membuka lengannya dan memeluk Fernando.   "Betapa senangnya dia!"   "Tentu saja, memberikan hadiah yang begitu berharga di kantor!"   "Kapan aku bisa bertemu lelaki yang baik seperti itu."   Beberapa karyawan wanita di kantor memandang iri Sarah.   "Saatnya kerja!"   Qomariyah mengerutkan alisnya, sorot matanya yang penuh wibawa tertuju pada kerumunan.   Saat ini, Qomariyah sangat kesal.   Ini sama saja seperti ditampar di depan publik oleh si miskin Fernando!   Melihat direktur mereka kesal, semua orang dengan cepat mengalihkan pandangan mereka, ada yang takut, ada yang langsung melanjutkan pekerjaannya.   “Sayang, aku lanjut kerja ya.” Sarah memeluknya.   "Akan aku temani."   Fernando tersenyum.   Sarah sangat sibuk di tempat kerjanya, yaitu PT Langit, dan sering lembur. Fernando menemaninya sampai jam sembilan malam dan pulang ke rumah.   Klik.   Pintu dibuka dengan kunci.   "Melelahkan sekali, lembur setiap hari."   Sarah memijat bahunya, wajahnya terlihat sedikit lelah.   Dia bersandar di dinding dengan satu tangan, membungkuk dan mulai melepaskan sepatunya, sosoknya yang sempurna itu kini terpampang jelas di hadapan Fernando.   Sarah adalah seorang wanita dengan tinggi 1.69 meter, sosoknya sangat ideal, wajah ovalnya terlihat cantik, ditambah dengan pembawaannya yang lembut, jika kamu adalah laki-laki, pasti akan jatuh cinta.   Melihat sang istri di depannya, Fernando merasa sedikit tergoda.   Tapi perasaan itu langsung menghilang sesaat setelah kemunculannya.   "Ah, masih belum bisa…..."   Fernando menghela nafas pendek di dalam hatinya.   "Sayang."   Sarah telah mengganti alas kakinya, dan melihat Fernando yang seperti sedang memikirkan sesuatu.   Dia mengalihkan pandangan dan bertanya.   "Sayang, apakah kamu ingin mencobanya lagi?"   Sarah memandang Fernando dengan mata yang besar penuh pesona.   Fernando mengangguk dan mendekap Sarah ke dalam pelukannya.   Dengan tubuh mungil di dekapannya, Fernando dapat mencium aroma harum dari tubuh Sarah.   Fernando merasa dirinya sangat b*******h.   Wajah Sarah juga memerah, dia seolah-olah merasakan sesuatu.   Tetapi dalam beberapa detik, gairah itu menghilang, seolah-olah tidak pernah muncul sebelumnya.   "Ah, masih belum berhasil, mengapa aku terkena penyakit ini di usia muda…..."   Fernando menggelengkan kepalanya tak berdaya.   Fernando sudah mengidap penyakit ini sejak kecil, singkatnya penyakit ini memengaruhi gairahnya.   Bagi seorang lelaki, hal itu tidak baik dan dapat melukai harga dirinya, apalagi pria beristri, itu sangat memengaruhi keintiman hubungan antar pasangan.   Sarah dan Fernando menikah setahun yang lalu, waktu itu Sarah minum terlalu banyak dan tidak sengaja jatuh ke sungai, lalu Fernando menyelamatkannya.   Sarah bersedia memberikan hidupnya kepada Fernando.   Mana Sarah tahu bahwa Fernando tidak bisa melakukan ‘itu’ setelah menikah!   Meski begitu, Sarah sama sekali tidak memandang rendah Fernando, ia sering mencari solusi medis untuknya, dan bekerja keras untuk merawat Fernando.   Dalam satu tahun, hubungan mereka berdua tidak retak, malah menjadi lebih harmonis.   Sarah mempertahankan keperawanannya hanya untuk Fernando.   Fernando selalu terharu karenanya.   “Sayang, sekarang teknologi medis begitu maju dan berkembang pesat, penyakitmu pasti akan sembuh.” hibur Sarah.   "Selain itu, aku tidak terlalu menuntut hal ‘itu’, bagaimanapun kondisinya, yang harus kita lakukan sekarang adalah bekerja keras menghasilkan uang dan berhemat."   Sarah tampak serius kali ini. "Hanya dengan cara ini kita dapat memiliki uang dan menyembuhkan penyakitmu."   Fernando mengangguk, benaknya kini memikirkan hal lain.   "Sekarang pembatasan kartuku telah dicabut, aku akan meminta keluargaku mengembangkan obat untuk membantu masalahku, seharusnya ini tidak rumit, aku akan berbicara dengan Bapak Yasri tentang hal ini besok."   Fernando percaya bahwa dengan kemampuan keluarganya, akan sangat mudah bagi mereka untuk mengembangkan sebuah obat.   “Sayangku, dari mana kamu mendapatkan uang untuk membeli perhiasan hari ini?” tanya Sarah lagi, hal tersebut menjadi keraguan terbesar Sarah saat ini.   “Soal itu, aku pergi ke toko undian lotre hari ini, membeli tiketnya, lalu memenangkan satu milyar.” Fernando tersenyum, dia tidak akan memberi tahu Sarah tentang pembatasan yang dilakukan oleh keluarganya, agar tidak menyebabkan salah paham.   "Satu milyar!"   Mata Sarah terbelalak. "Lalu kamu mengambil satu milyar hanya untuk membelikanku Tiffany Jewelry?"   "Ya, memangnya kenapa?"   “Sayang…...kamu!” Sarah mengerutkan keningnya, menggertakkan giginya, dan akhirnya menghela napas panjang.   "Lupakan, barangnya sudah terbeli. Tapi, sayang, kamu boros sekali, aku bahkan harus bekerja bertahun-tahun untuk mendapatkan uang satu milyar rupiah!"   Sarah tampak menyesal, dia kemudian membujuk Fernando.   "Sayangku, apa tidak sebaiknya dikembalikan saja? Mungkin kita masih bisa mendapat delapan ratus atau tujuh ratus juta!"   "Kamu juga tahu keadaan ekonomi keluarga kita, jika kamu mengembalikan perhiasan itu, tujuh ratus juga itu masih bisa disimpan dan bisa dipakai untuk kamu berobat."   Sarah terlihat serius mengatakannya.   Fernando tersentuh hatinya, Sarah adalah istri yang baik bagi keluarga.   Dia mengulurkan tangannya dan membelai rambut Sarah, dan berkata lembut. "Sayang, ketika kita menikah, aku belum memberimu perhiasan, perhiasan ini kuanggap sebagai pengganti yang waktu itu, bagaimana mungkin aku mengembalikannya?"   "Kalau uang habis, masih bisa dicari lagi, tapi perhiasan untuk pernikahan tidak bisa dikembalikan."   Melihat keteguhan Fernando, Sarah sedikit ragu, dan akhirnya mengangguk setuju.   "Baiklah, kalau begitu tidak perlu dikembalikan, tapi nanti jika kita punya uang, jangan diboroskan, bagaimanapun juga tuntutan hidup zaman sekarang terlalu banyak, semuanya harus memakai uang."   "Aku mengerti, kedepannya aku pasti akan menabung."   Fernando tersenyum dan tidak lagi bicara.   ...   Keesokannya, ketika Sarah sudah pergi bekerja, Fernando menghubungi seseorang.   Panggilan terhubung.   “Halo, Bapak Yasri.” sapa Fernando dengan tenang.   "Tuan Muda, apakah ini benar Anda?!"   Di telepon tersebut terdengar suara lelaki tua, dia terdengar riang dan sedikit tidak percaya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD