* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Aya sudah meringkuk di atas sofa kala Agas kembali dari kamar dengan selimut tebal yang ia bawa. Gadis cantik yang rambutnya selalu dikuncir satu itu sedang memeluk kedua lututnya dengan kaki naik di sofa. Televisi di depan sudah menyala dan menampilkan film disney Cinderella versi luar negeri. “Bawa satu doang?” tanya Aya kemudian sambil mengangkat kepala. Agas mengangguk. Lalu menunjukkan gigi-giginya, senyum pepsodent. “Satu buat berdua biar makin anget.” Tahu bahwa pacarnya sedang melotot, Agas pura-pura gak lihat. Sebaliknya, dia langsung mengambil duduk di samping Aya, mengahbiskan jarak di antara mereka, lalu mengembangkan selimut agar m

