Turun dari taksi online, Sophia pun segera berlari ke arah toko bunganya. Lala memberitahu jika toko bunga milik Sophia kebakaran, setengah dari bangunan toko bunga ini hangus begitu juga dengan tanaman yang seharusnya dipanen beberapa hari lagi. Bahkan Sophia masih bisa melihat kobaran api yang siang melahap bangunan kecil yang dimana semua bunga rangkaian tersimpan disana. “Mbak ini gimana.” kata Lala sambil menangis. Sophia hanya diam saja, dia tidak tahu harus berbuat apa. Kaki pincang nya membuat dia kesulitan untuk menyelamatkan aset berharga yang dia miliki. Dia hanya memiliki toko bunga ini untuk bertahan hidup sampai saat ini, jika toko bunganya hangus dan menyisakan abu lalu bagaimana nasib Sophia dan juga karyawan lainnya? Mengusap air matanya, Sophia hanya bisa berteriak me

