Ia terbangun ketika terasa ada yang mengecup keningnya. Ia membuka mata secara perlahan. Ya benar. Ada lelaki yang sangat sibuk di dunia dan baru saja tiba di rumah. Tapi omong-omong sudah berbaju tibur. Tampaknya tadi mandi dulu. Lelaki itu mengitari tempat tidur untuk turut merebahkan tubuhnya. "Kali ini benar akan tidur?" Pasalnya sudah beberapa malam ini, lelaki ini tak pernah bisa tidur di rumah. Ia memaklumi kesibukannya sebagai orang penting. Alhasil, perusahaan arsitek yang ia bangun di sini pun lebih banyak dipimpin olehnya. "Ya semoga." "Anakmu bisa lupa punya ayah sepertimu." Suaminya terkekeh. Ya tahu sih. Saking sibuknya. Bahkan saat usia anaknya masih cukup kecil, sempat menangis ketika melihatnya. Saking lupa dengannya. Karena lebih banyak melihat foto. "Bagaimana s

