Ibarat Kanvas Putih

3143 Words

"Banyak yang baru sepertinya di sini." Si ibu putri tersenyum kecil. Ia dianggap bibi oleh lelaki ini. Karena dulu, Damar ditaruh di depan gerbang pesantren. Ia yang menemukan saat hendak masuk ke rumah. Tentu saja kaget. Ia bahkan masih ingat bagaimana Damar masih bayi dulu. Entah siapa orangtuanya. Meski sudah coba dicari, tak pernah ditemukan. Maka itu, akhirnya Damar dibawa masuk ke pesantren. Diurus oleh ibunya. Tapi saat usia beberapa bulan, almarhum istrinya pak wali ingin mengangkatnya sebagai anak. Akhirnya direlakan. Ia memang menjadi anak sulung dari walikota saat ini. Walau ibu yang mengabgkatnya telah meninggal dan ayah angkatnya sudah memiliki baru. Kemudian kedudukannya sengaja digeser karena dianggap bukan menjadi bagian resmi keluarga. Ia hanya anak angkat yang sengaja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD