Bonus 8: Sebuah Bom Pertama

2602 Words

"Mas!" Hamas berteriak kesakitan. Ya setidaknya ada stau orang yang menolongnya. Lelaki itu yang berada di sampingnya tadi. Para teroris yang menawan mereka tadi berhasil ditembak mati. Meski harus membunuh, Hamas dan yang lain tentu tak berniat untuk melakukan itu. Mereka hanya tak punya pilihan kan? Apa boleh buat. Ini demi nyawa semua orang. Memang tak bisa menyelamatkan semua orang sekaligus. Tetap ada yang tertinggal. Tapi setidaknya yang lain dapat saling membantu. Itu sudah lebih cukup meski kini masalah selanjutnya adalah mereka terjebak di bandara yang agak sepi dan gelap. Kaki Hamas berdarah. Kaki kanannya. Ia jelas tak bisa berjalan cepat. Ini saja harus dipapah. Ingin rasanya membiarkan lelaki ini pergi daja bersama yang lain dan meninggalkannya di sini. Ia ingin menyerah? I

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD