*** Sesuai janjinya pada Kania, sebelum pulang Adrian dan Kania akan datang ke panti asuhan Melati, mereka akan membawa Arkan pulang, bayi yang sudah Adrian pilih. Adrian sangat bahagia melihat Kania yang begitu bersemangat saat melihat sosok Arkan. Apalagi saat Kania menggendong Arkan yang sedang menangis, perasaan bahagia menyelimuti hati Kania, bagaimana tidak. Tangisan Arkan mampu mereda saat Kania mengangkat tubuh mungilnya. "Kenapa bisa langsung diam?" "Mungkin Arkan tahu, kalau yang menggendongnya sekarang adalah calon ibunya." Kania tersenyum haru, bingung harus bagaimana. Antara menangis, atau mungkin berteriak sambil tertawa, menandakan kalau dia benar-benar bahagia. "Arkan sayang, pulang sama bunda ya, nak." Kania mencium pipi wangi Arkan, bebauan surga itu kini ma

