Daisy mendengarkan dengan samar percakapan para orang tua yang tengah membicarakan kondisinya dari luar kamarnya. Dengan mata terpejam, gadis itu menghirup aroma yang begitu ia rindukan saat ini di sela napasnya. Begitu terasa dekat. Ia memang sengaja tidak ingin membuka matanya. Gadis itu menikmati usapan lembut di kepalanya. Sebelah tangannya terasa hangat akibat genggaman penuh rindu saat ini. Daisy dapat merasakan deru napas pada punggung tangannya yang tergenggam lembut. Ia tak kuasa menahan rindu dengan berpura-pura tak sadarkan diri seperti ini! Gadis itu membuka kedua matanya perlahan. Bibir mungilnya menyunggingkan senyuman kecil saat dilihatnya Dani tengah memejamkan mata. Menempelkan genggaman tangan yang menghangatkannya pada dahi lelaki itu. Punggung tangan gadis itu dibiark

