Lelaki itu menutup pertemuannya dengan para dokter. Ia berangsur keluar terlebih dahulu meninggalkan meeting-nya dengan terburu-buru, membuat semua mata memandang punggungnya yang mulai menghilang di balik pintu dengan dahi berkerut. Seraya melangkah panjang, ia mencoba mengirimkan sebuah pesan pada isterinya. Permintaan maaf karena telah membuat isteri mungilnya menunggu. Sungguh, ia juga tidak tahu bila ia telah membuat janji pertemuan dengan para dokter hari ini. Lelaki itu malah asyik memikirkan isterinya. Kerinduan akan sosok mungil itu membuat dirinya seolah lupa dan ingin segera bergegas pulang! Daisy mengintip-intip ponselnya dengan bibir mengerucut. Pipinya menggembung seraya menopang dagu menatap layar ponselnya yang tak kunjung menampakan nama lelaki itu. Baru saja ia ingin me

