Tak ada lagi gangguan kepada Ratu setelah malam itu. Aditya menemukan bukti bahwa memang Lira yang menyuruh orang-orang itu, dan Aditya mengamuk. Dia langsung hengkang meninggalkan pekerjaan itu, sekalian waktunya tepat juga. Bosnya mulai terseret karena kasus meninggalnya sang ajudan. "Lo ulangi sekali lagi, nggak peduli siapa orang tua lo, habis lo sama gue! Enggak peduli gue bakalan masuk penjara juga." Aditya sampai mencekik lehernya Lira, tak mampu menahan emosinya. Teringat akan tangisan Ratu yang ketakutan malam itu. Lira pucat. Tak menyangka jika Aditya akan seseram itu. Dia terbatuk-batuk saat kemudian tangan Aditya lepas dari lehernya. "Gue nggak main-main dengan ancaman gue!" "Mas, aku minta maaf. Aku cuma iseng doang ngetes, karena tahu dia jago taekwondo dan— " "Iseng l

