Tak seru bagi Ratu jika bercerita via telepon saja. Ratu tak sabar ingin Vika tahu tentang ceritanya, maka dia meminta sahabatnya itu untuk datang ke rumah. Jam 9 pagi, Vika sudah tiba di rumahnya Ratu. Tak ada Alvaro di rumah, belum lama lelaki itu jalan saat Vika belum tiba di sana. Ratu masih demam, tapi agak mendingan. Tak tinggi seperti kemarin dan batuk pileknya juga belum reda. “Lo sakit, Tu?” tanya Vika yang baru saja memasuki kamarnya Ratu. Sahabatnya itu tak bilang jika sedang sakit. Ratu hanya memintanya datang karena ingin bercerita seru. Dan Vika tentu saja tak mau menolak. Vika baru saja tahu jika Ratu sakit, saat bertemu dengan Zee di bawah. Zee yang akan pergi memantau bisnisnya. Tak sepenuhnya menyerahkan kepada Alvaro. “Hmmm. Cuma demam bapil doang,” ujar Ratu yang

