Cahaya matahari yang menembus kamar terasa terlalu terang pagi itu, seolah sengaja mengusik hati yang sedang kusut. Sejak terbangun dari mimpi tadi dan teleponan dengan seseorang yang disukainya, mood sang pemilik kamar tak baik-baik saja. Sempat tidur lagi dan bangun beberapa saat lalu, suasana hatinya tetap kacau. Ratu menatap langit-langit dengan mata sayu, selimut masih membungkus tubuhnya hingga leher. Enggan rasanya beranjak dari tempat tidur. Dia kembali teringat pembicaraan dengan lelaki yang disukainya. Merasa senang karena lelaki itu mengaku sayang kepadanya, di sisi lain kalimat lelaki itu menyiratkan sebuah penolakan. Apa katanya? Tak bisa bersama meski saling menyukai? Ratu kesal sekali mendengar kalimat tersebut. Kata-kata itu terus terputar di kepalanya bak kaset kusut.

