"Pak... " Ratu mana bisa tidur kalau begini. Dia menjadi segar seketika, ada sesuatu yang menggelitiki perutnya. Begitu indah, berbunga-bunga rasanya. "Tidur." Tangan Aditya masih setia melingkar pada pinggang perempuan itu. "Enggak bisa. Enggak ngantuk lagi saya, apa lagi dalam posisi begini." "Ya udah, sana pindah ke sofa!” Menyuruh pindah, tetapi tangannya tak lepas dari pinggangnya Ratu. Ratu mengerucutkan bibirnya. "Issh... tadi siapa coba yang angkat saya naik ke atas sini? Nggak ada orang lain di sini selain kita berdua." "Kamu kurang istirahat, Ratu." Aditya berujar lembut seperti biasanya. "Iya, tapi enggak masalah. Sekarang saya enggak ngantuk dan pengen ngobrol sama kamu." "Ngobrol apa?" "Kita... ehmm... gimana status kita sekarang? Status nggak jelas, masa pelukan

