"Jangan ganggu orang-orang di sekitar saya," ujar Aditya dengan nada dingin. Dia baru saja tiba di markas, dan sepintas mendengar bosnya seperti ada hubungan dengan apa yang dialaminya kemarin di Bandung. Bosnya yang baru saja meletakkan ponsel di atas meja itu, seketika terkekeh pelan. "Siapa yang mengganggu?" "Kekasih saya, jangan diganggu." “Duduk dulu, Aditya.” Aditya pun duduk di kursi tak jauh dari sana. Karena dia tahu, pembahasan ini tak akan sebentar saja. “Saya hanya meminta izin sekali saja selama saya bekerja kepada anda. Kenapa kekasih saya diusik?” Aditya marah, tentu saja. Siapa yang tak marah jika kekasih yang begitu dicintai diusik? Tak peduli siapa yang mengusik meski itu adalah orang yang berjasa dalam hidupnya, Aditya tak bisa menerima. “Aditya, selama ini kamu

