"Sayang ... kamu kenapa?" Bima sudah menyusul Kirana yang sedang berada di wastafel dalam kamar mandi lantai dua. Kirana tak mampu menjawab pertanyaan suaminya, mulutnya sibuk mengeluarkan isi dalam perut. Semua makanan yang sudah Bima suapkan kini berserakan di wastafel. "Kiran ... kamu mual?" Kirana hanya mengangguk lemah, mulutnya terasa pahit, perutnya seperti melilit, semua isi lambungnya merangkak naik. Tak pernah Kirana merasakan semual ini. Ibu hamil itu masih menunduk ke arah wastafel dan terus memuntahkan isi perutnya tanpa sisa. Bima sibuk memijat tengkuk istrinya. Setelah mualnya terasa mulai mereda, Kirana lalu membasuh mulutnya yang berlumur air liur. Istri Bima itu mulai merasakan lemas seperti tak ada daya, beruntung suaminya sigap menopang dan menggendongnya ke atas p

