Bab 58-Sinetron

1735 Words

Dering jam weker membangunkan Rahmadi dari tidurnya. Setengah lima waktu yang tepat untuk bangun karena sebentar lagi subuh. Dia bergegas menuju sumber suara berisik itu yang berasal dari ruang tengah tempat Kenyo biasa tidur. Bukannya tidak memiliki kamar, tetapi putrinya itu memang sedikit aneh. Lebih nyaman bergelung di sofa depan televisi dari pada tidur di kamar yang sudah Rahmadi sediakan. Dia memang menyewa apartemen dua kamar. Kamar yang dekorasinya adalah poster seorang peri dengan biolanya. Ponsel milik Kenyo tidak ada di meja, mungkin ada di kamar. Padahal ponsel juga memiliki alarm, tetapi alasan Kenyo menggunakan weker karena bunyinya lebih nyaring. Gadis itu merasa akan lebih cepat bangun jika bunyi berisik weker yang membangunkannya. "Nad!" Tangan Rahmadi mengacak ram

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD