Ten

802 Words

Author pov Tania yang sedari tadi tidak ingin keluar dari kamar, sampai-sampai pelayan kebingungan. Mau bagaimana lagi membujuk Tania supaya mau keluar dan memakan sarapannya itu. Tania yang sedang duduk diatas balkon kamar itu, tiba-tiba langsung menangis. Karna teringat lagi dengan kedua orang yang disayanginya itu. "Kau pembohong Michael, aku benci padamu. Aku sangat benci hiks." Tania yang tadinya di teras balkon, seketika berlari kedalam dan mulai mengobrak-abrik isi kamarnya. Dengan cara melempar barang-barang yang ada didekatnya ke lantai. Tiba-tiba kekuatan Tania seolah-olah habis, tubuh yang lemah itu pun  Merosot dan terduduk di lantai sambil menjambak-jambak rambutnya sendiri. "Aku sudah menuruti permintaan mu Michael, kenapa kau berbohong padaku? Kau pria kurang ajar yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD