Mama grace membawa nampan yang diatasnya terdapat mangkok kecil berisi bubur dan juga secangkir teh hangat..
" mama antar ini dulu ke kamar gia ya pah.."
" jangan lupa kasih gia obat mah.."
" iya pah.."
tok..tokk..
terdengar suara ketukan di pintu kamar gia
"sayang mama masuk ya.. mama bawain makanan dan minuman untukmu gia"
" iya ma masuk aja.."
"sayang.. wajahmu pucat sayang. mama panggil dokter ya?? biar dokter periksa"
Tanya mama grace sambil menaruh semangkuk bubur di atas meja kamar gia..
" Nggak usah ma, gia cuma masuk angin sama kecapean aja. Sebentar juga pasti juga baikan ma , gia hanya perlu istirahat aja" dari kampus makanya gia kurang tidur" kata gia sambil tersenyum berharap agar mamanya tidak khawatir
"Baiklah kalo begitu, kamu makan buburnya setelah itu istirahat"
"Makasih ma"
"Iya sayang, mama tinggal ya"
Gia hanya menjawab dengan anggukan...
Setelah menghabiskan buburnya gia langsung beristirahat karena dia merasa sedikit pusing..
"Gimana gia ma??" tanya papa Krist
"Gia hanya perlu istirahat, katanya dia kurang tidur karna banyak tugas kampus yang harus dia kerjakan pa"
"Syukurlah kalo begitu. Tapi ma kalo sampe sebentar malam kondisi gia belum membaik mama telfon dokter ribka suruh dia datang ke rumah untuk periksa keadaan gia , papa tak mau anak kita sakit"
"papa nggak usah khawatir kakak baik-baik aja kok jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan" sambung Nia
Gia membuka matanya perlahan.. ketika gadis itu melihat jam yang ada di dinding kamarnya...
" Sudah jam 4, aku harus bersiap siap.."
Gadis itu langsung turun dari kasurnya dan langsung menuju kamar mandi yang berada di dalam kamarnya...
Setelah selesai bersiap siap gia langsung mengambil tas, dompet, hp dan juga kunci mobilnya dan langsung keluar kamar..
"Gia.." panggil papa krist
" Iya pa"
" Mau kemana kamu nak?"
"Engghh.. gii.. gia mau antar ke rumah elsa pa ada kerja kelompok" bohong gia
"Apa kamu sudah merasa baikan nak??"
"Iya pa gia sehat kok pa, papa nggak usah khawatir"
"Tapi wajahmu pucat sayang" mama grace
"Kamu istirahat aja ya, nanti mama telfon elsa"
"Nggak ma, nggak usah. Gia nggak apa-apa kok"
"Gia harus selesaikan tugas hanya hari ini kalo pa ma" gia memaksa untuk diizinkan keluar rumah
"Baiklah kalo kamu memaksa, kamu boleh pergi.."
"Makasih pa.."
"Tapi.."
"Tapi apa pa?"
"Kamu harus kabarin papa sama mama jika terjadi sesuatu nanti"
"Baik pa"
Tanpa menunggu lama gia langsung pamit ke kedua orang tuanya. Gia takut nanti papa mama nya berubah pikiran dan tak mengizinkannya pergi..
Gadis itu pergi ke taman dekat dengan rumahnya..
Sesampainya di taman ternyata fais yang adalah pacar dari gia ternyata sudah ada di sana..
"Sayang" fais
Ketika gia sudah berada di hadapan pria itu dia langsung menarik gia kedalam pelukannya dan memberi kecupan singkat di kening gadis yang dicintainya..
"Aku takut fais" gia mulai menangis
"Hei.. jangan nangis sayang" kata fais sambil mengusap air mata yang telah membasahi pipi gadis cantik itu
" Aku pikir kamu nggak akan datang, aku takut kamu ninggalin aku"
"mana mungkin aku ninggalin kamu yang sedang mengandung anakku? Kata fais sambil mengelus perut rata gia..
"Makasih sayang. Gimana sama papa dan mama?? Aku takut ketika mereka mengetahui semuanya
"Sayang maafkan aku.."
"Kamu nggak perlu minta maaf sayang, seharusnya aku tau diri sebelum mendekati kamu. Aku hanya seorang anak yang terlahir dari keluarga yang sederhana, hanya lulusan SMA dan tak punya pekerjaan.."
"Sayang.. sudah cukup. Aku mencintai dirimu bukan statusmu"
"Itulah yang buat aku tak ingin kehilanganmu. Selain kamu cantik, baik hati dan tidak memandang orang dari statusnya.."
"Katanya mau pergi ke dokter??"
"Ohh iya sayang, ayo pergi . Aku sudah mengambil nomor antrian biar kamu nggak akan capek menunggu terlalu lama.."
"Kamu selalu membuatku merasa nyaman saat berada denganmu. Terima kasih"
Fais tersenyum mendengar pujian dari gia..