Malam itu, Rey, Arsen, Raline dan Naya duduk di meja makan. Mereka menikmati hidangan makan malam bersama. Sayangnya, masih dengan suasana hati yang sama, Naya tampak murung dan tidak fokus dengan makanannya. Beberapa kali, Arsen sampai harus menegur sang adik karena hanya diam dan memainkan sendoknya. Seolah adiknya kehilangan semangat. Namun dia mengira, semua itu karena Naya lelah mengurus persiapan pernikahan yang tinggal hitungan hari. "Aku sudah kenyang. Bolehkah aku tidur sekarang?" Naya menatap kakak dan kakak iparnya, lalu beralih pada Rey. Lelaki itu terlihat tidak setuju, membuat Naya memasang ekspresi memelas. "Kau belum menghabiskan makanannya, Naya," timpal Arsen yang melihat hanya sedikit makanan yang adiknya makan. "Aku kenyang, Kak." Naya yang tidak mau membuang waktu

