Takdir atau Nasib?

1181 Words
Naya terdiam membisu memandangi jendela kamar. Hatinya meradang, dia merasa sakit yang teramat sangat, sampai rasanya tak bisa dijelaskan. Mimpi buruk itu datang lagi, dan sekarang terasa sangat nyata. Wajahnya sedikit pucat saat Naya sama sekali tidak mau makan, setelah Jonathan mengurungnya di sebuah kamarnya. Kamar asing yang mirip seperti penjara. Di mana dia tidak diperbolehkan keluar dan hanya bisa duduk diam menanti laki-laki itu datang lalu memuaskan hasratnya. Nasibnya sungguh sangat sial saat harus jatuh ke tangan Jonathan. Laki-laki posesif yang hanya menginginkan tubuhnya sebagai penghangat ranjang. Hanya itu. Semua ini tidaklah lebih buruk dari kehidupan Naya yang sebelumnya. Saat keluarganya tewas dan dia dijual ke sebuah tempat prostitusi. Rasanya sangat menyesakkan ketika mengingat itu kembali. Usianya masih sangat belia ketika pertama kali dia bawa paksa dan dijadikan wanita pemuas nafsu. Naya masih sangat muda dan harus mengalami tindak kekerasan. Entah itu fisik atau batin. Waktu itu, dia sama sekali tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dia hanya bisa menangis, tapi sekarang air matanya seolah kering. Apakah, hidupnya akan seperti ini terus? Sampai kapan? Sampai kapan kebahagiaannya tiba? Tidakkah, ini sangat tidak adil untuknya? Bukan tidak ingin Naya bebas, dia jelas sangat ingin. Sayangnya, lingkaran setan itu menjeratnya begitu kuat. Semakin Naya berlari, ikatan tersebut semakin kencang dan melukainya. Tak ada satu pun orang yang bisa Naya mintai tolong. Mereka acuh dan memandang jijik ke arahnya, tapi semua ini bukan kemauannya! Naya juga tidak sudi, jika dia harus mengangkang pada setiap laki-laki. Namun sekarang, Naya harus menerima kenyataan jika dia malah terjebak dalam kuasa Jonathan. Laki-laki yang begitu bernafsu padanya. Naya sangat jelas bisa melihat kobaran api gairah setiap kali mata mereka saling bertatapan. Semua ini dimulai dari ayah Jonathan, Vincent, yang pada awalnya membebaskan Naya dari tempat laknat itu, berniat menjadikannya istri ketiga. Pria tua berumur lebih dari lima puluh tahunan, dua kali lipat dari usianya itu tertarik padanya. Naya tentu tidak mau, tapi dia tidak memiliki pilihan lain, selain menurut, karena Vincent sudah menebusnya. Setidaknya, dia bisa terbebas dari tempat terkutuk itu. Meski akhirnya, Naya harus terjebak bersama laki-laki yang tak diinginkannya. Vincent sempat mengatakan padanya, jika dia akan menggelar pesta yang sangat mewah untuk pesta pernikahan mereka. Pria itu mengatakan, kalau dia tergila-gila Naya, tepatnya pada kecantikannya. Anehnya, Vincent sama sekali belum menyentuh Naya semenjak beberapa hari dia dibawa oleh pria tua itu. Vincent bilang, dia ingin menyentuh Naya tepat di hari malam pernikahan mereka. Entah apa maksudnya. Naya sama sekali tidak paham. Vincent hanya berkata, kalau dia ingin merasakan euforia seperti saat pertama kali menikah dengan istri pertamanya. Naya langsung paham saat mendengar perkataan itu. Dari media dan dari mulut Vincent, pernah mengatakan apa yang terjadi pada istrinya. Pria tua itu menganggap Naya, seolah bukan hanya seorang wanita penghibur saja. Melainkan teman bicara dan karena itu pula, Naya sedikit tahu mengenai keluarga Vincent. Istri pertama Vincent, alias ibu tiri Jonathan, meninggal tepat setelah pria tua itu ketahuan menghamili seorang pelayan, ibu dari Jonathan, Isabel. Hal tersebut, membuat Vincent sama sekali tidak mengakui Jonathan pada awalnya. Namun entah kenapa, pria tua itu memboyong Jonathan dan Isabel kembali ke rumah. "Apa yang kaulakukan di sini?" Sebuah suara, menyentak lamunan Naya. Tubuhnya seketika terperanjat kaget, saat merasakan tangan kekar memeluknya erat. Dagu laki-laki itu, diletakkan tepat di kepalanya. Sementara kedua tangannya mulai menjalar, menyentuh pundaknya. Naya sama sekali tidak merasa nyaman dengan sentuhan itu. Jonathan adalah laki-laki yang kasar dan dia tidak pernah puas menyentuhnya. Tubuh Naya menggigil, saat kembali teringat ketika kemarin Jonathan menyentuhnya semalaman. Sampai-sampai, keesokan harinya, Naya harus sakit. Tubuhnya lemas melayani laki-laki itu. "Kau melamun lagi," ucap Jonathan kembali. Bibirnya kini mengecup pundak Naya. Membuat wanita itu dengan cepat menghindar. "A-aku, aku sedang tidak b-badan. Tolong biarkan aku i-istirahat," ujarnya sedikit terbata. Bagaimana caranya dia bisa bebas dari laki-laki ini? Tatapan matanya, memancarkan rasa takut. Terlebih saat Jonathan, malah menatapnya tajam. Rahang laki-laki itu mengeras. Dia sedang membutuhkan Naya sekarang, tapi ketika melihat wajah Naya yang benar pucat, dia hanya bisa mendesah kesal. "Kalau begitu, tidurlah." Jonathan berjalan dan duduk di tepi ranjang. Dia menepuk sisi sebelah kanannya, menyuruh agar Naya mau ikut duduk di sana. Namun Naya yang tidak paham maksud Jonathan, hanya bergeming. Sampai laki-laki itu dengan cepat menarik tangannya hingga terjatuh. Jonathan memanfaatkan kesempatan itu, untuk memeluk tubuh Naya dengan erat. Dia sama sekali tidak mengizinkan wanita itu untuk bergerak sedikit pun. Mengurungnya dalam pelukan sambil merapatkan tubuh mereka. Sayangnya, tindakan Jonathan membuat Naya sama sekali tidak bisa tidur. Dia tidak nyaman, saat merasakan ada yang aneh di bawah sana. Sesuatu menyentuh bokongnya. "Jangan bergerak, kau membuatku tambah b*******h," gumam Jonathan dengan nada serak. Bersama wanita itu, membuatnya hilang kendali. Dia ingin kembali menyentuh lekuk tubuh Naya dan merasakan setiap inci ketika tangannya menjelajah di sana. Bodohnya Jonathan, pikiran kotornya malah semakin membuat gairahnya menumpuk. Dia hanya mampu memeluk Naya. Berusaha mengenyahkan pikirannya sebentar. Berbeda dengan Naya, yang sedari tadi sama sekali tidak tenang. Jonathan tidak pernah mau tidur seperti ini, dengan orang yang sudah dia setubuhi sebelumnya. Laki-laki itu hanya akan menggunakan wanita satu kali, lalu meninggalkannya begitu saja, tanpa mau mengucapkan terima kasih. Hanya memuji, ketika mereka sedang bercinta saja. Begitu juga dengan Naya yang tidak pernah terbiasa tidur setelah melayani pelanggannya. Dia akan langsung pergi setelah bayaran diterima. Jadi, apa yang dilakukan Jonathan, jelas terasa aneh baginya. "Lebarkan kakimu," bisik Jonathan sambil mendesis. Lagi-lagi, Naya dibuat tersentak karena perkataan itu. Namun dia dengan patuh melakukannya, sampai kemudian Naya menyadari, jika apa yang dilakukannya adalah salah. Naya seketika mengerti, jika Jonathan sedang berusaha memuaskan dirinya. Benar saja, suara-suara aneh Jonathan terdengar, dengan gerakan laki-laki itu di bawah sana. Membuat tubuh Naya harus sedikit memanas. Terlebih, saat bibir Jonathan, bergerak menyentuh area sensitifnya. Hingga dengan arogannya, Jonathan lantas membalik tubuh Naya hingga terlentang. Dia terbangun dan menatap wanita itu dari atas. Hasratnya yang menggebu pada Naya, sama sekali tak tertahankan. Jonathan sudah tidak peduli, jika Naya sakit. Wanita itu harus melayaninya, karena dialah pemiliknya. Hal tersebut, tentu membuat Naya ketakutan. Dia berusaha melarikan diri, saat melihat gelagat aneh di wajah Jonathan. Laki-laki gila itu, pasti ingin melakukan sesuatu yang buruk padanya. Jangan gila! Naya tidak mau lagi jika harus tidur dengan laki-laki itu. Cukup sekali dia sempat dibuat terlena. Naya takut, dia tidak akan bisa lepas seandainya Jonathan terlalu nyaman dengan tubuhnya. Sekuat tenaga, Naya mendorong tubuh kekar itu dan berlari ke arah pintu. Dia berusaha membuka kunci dengan panik. Namun sialnya, Jonathan segera menyadari hal itu dan tubuh Naya tertarik kembali ke belakang. "Akhh, sakit." Cengkeraman tangan Jonathan, begitu kuat. Laki-laki itu seperti akan meremukkannya. "Berani sekali kaumau melarikan diri dariku," desisnya kesal. Jonathan sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk membuat Naya tetap tinggal di sini, tapi wanita itu tetap mau pergi darinya. Benar-benar menjengkelkan. "Kau harus dihukum." Sadar akan posisinya yang terjepit dan tidak mampu meloloskan diri dari singa yang tengah marah, tubuh Naya diangkat dengan begitu mudahnya dan dibanting ke atas ranjang. "Biarkan aku istirahat kali ini. Aku mohon, Nathan." Ucapan itu sama sekali tidak dihiraukan oleh Jonathan yang langsung menyerang Naya. Gairah sudah menguasainya, bagaimana mungkin dia akan mendengar rengekan dari wanita yang memelas meminta belas kasih?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD