Naya menatap dua lelaki di depannya dengan perasaan bersalah sekaligus bingung. Dia tidak bisa bersama mereka. Naya merasa sangat amat tidak pantas. Kehadirannya hanya menyusahkan untuk kedua lelaki itu. Lagi pula, dia tidak tahu siapa ayah dari anak yang dikandungnya saat ini. Naya tidak bisa memastikan apakah itu Jonathan atau Rey. "Apa yang kaukatakan? Kenapa tidak bisa?" Jonathan dan Rey nyaris membentak. Mereka tidak setuju dengan perkataan Naya. Namun wanita itu hanya diam dan menatap ke arah lain. Menghindari tatapan mata kedua lelaki itu. "Sebentar, bisa kalian tinggalkan kami? Naya mungkin butuh seseorang untuk bicara," ucap Isabel saat melihat suasana mendadak senyap. Anaknya dan seorang pria asing itu, menatap seperti menekan Naya. "Ma—" "Mama rasa, ini masalah wanita. Tolon

