"Aku tidak menerima kegagalan. Bereskan secepatnya, jangan tinggalkan jejak apa pun," ucap Rey dengan serius sambil mengakhiri panggilan teleponnya. Tubuhnya bersandar di kursi sambil mendésah lelah. Pekerjaannya sudah menunggu untuk diselesaikan. Rey pusing, dia lebih baik tidur bersama Naya dibanding harus berkutat di atas tumpukan kertas ini. Namun dirinya tidak memiliki pilihan lain karena ini memang tugasnya untuk membalas budi atas kebaikan hati yang dilakukan Arsen terhadapnya. Tak peduli kalau jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Sialnya, Arsen ternyata memutuskan menginap di rumahnya. Entah untuk mengawasinya atau menjaga Naya darinya. Rey berusaha mengenyahkan pikirannya soal Naya atau Arsen untuk saat ini. Ada banyak tugas yang dia abaikan karena mengurusi wanita itu. A

