Berlatih Menembak

1465 Words

Dor. Sebuah peluru melesat dan hampir mengenai target. Memerlihatkan sebuah tangan yang memegangnya dengan gemetar bukan main. Ada rasa takut terlihat di matanya meski sekuat apa pun dia berusaha tetap tenang. Ini mungkin pertama kalinya dia memegang hand guns dan itu membuatnya gugup serta berkeringat dingin. Terbayang kembali dengan kejadian pembunuhan yang dilakukan orang-orang di sekitarnya. Di tengah rasa takutnya yang begitu besar, telinganya justru menangkap suara gelak tawa dari seorang laki-laki yang ada di belakangnya. Itu seperti sebuah tawa karena dia lagi-lagi tidak bisa menembak dengan benar. Membuat Naya seketika menurunkan hand guns itu dan meletakkannya di atas meja, sebelum menoleh dengan wajah kesal. "Ternyata kemampuanmu sangat payah, Naya. Kau hanya bisa mengerang d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD