"Arsen jatuh ke jurang. Aku tidak bisa menemukan jasadnya." Bagai sebuah belati, ucapan yang terlontar mulus dari mulut laki-laki yang kini memasang ekspresi sedih itu, telah mengguncang mental seorang wanita yang baru datang mencari kakaknya. Menikam tepat di dadanya dan menciptakan sebuah luka besar. Tatapan penuh ketidakpercayaan terlihat sangat jelas di matanya. Hingga dia lantas menarik kerah baju laki-laki itu dengan emosi. "Kau bohong. ITU BOHONG 'KAN, REY!" Suara teriakan keras terdengar menggema di setiap penjuru rumah megah serta dingin itu. Suasana kelabu memenuhi atmosfer di sekitar mereka. Seorang wanita tua di sudut ruangan tampak meneteskan air mata dan menatap pilu wanita muda yang baru saja kehilangan kakaknya itu. Begitu juga dengan Rey yang mata dan hidungnya tampak m

