Masa Lalu yang Kelam

1675 Words

"Tuan, Tuan Nathan!" tegur Mark cukup keras saat Jonathan terbengong di tempat. Menyadarkan atasannya sampai laki-laki itu tersentak kaget. Semua orang yang ada di meeting room serentak menatap penasaran ke arah pimpinan mereka, yang sejak tadi terlihat seperti banyak pikiran. Tidak fokus pada agenda yang dibahas. Ada tatapan prihatin dan iba saat mereka mengira kalau perubahan sikap atasannya yang lebih banyak diam, terjadi setelah perusahaan utama jatuh ke tangan anak sulung, George. Berita yang masih hangat dan menjadi perbincangan utama. Membuat semua orang menunggu perang saudara terjadi di antara kedua anak yang sah dan anak hasil hubungan gelap. Mengingat tabiat buruk pada diri Jonathan, mereka menyangsikan kalau keputusan tersebut akan berakhir damai. "Maaf, sampai mana kita tad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD