Warna Baru

1426 Words

Suara percakapan dari arah samping membuat Jonathan yang saat ini tak sadarkan diri mulai terusik. Matanya bergerak sebagai pertanda kalau dia mulai sadar, sebelum kelopak mata itu perlahan terbuka. Rasa sakit tak tertahankan seketika menyerang kepalanya begitu dia terbangun. Di atas ranjang di mana terlihat ibunya dan Sherly tengah menatap penuh kekhawatiran. Tak hanya ada mereka berdua, di sana juga ada Mark dan beberapa anak buahnya yang terdiam di dekat pintu. Semua seolah menunggunya siuman. "Nathan, akhirnya kamu sadar. Mama sangat takut saat kamu belum bangun-bangun," ucap Isabel sambil mengelus rambut sang anak. Air matanya tampak menggenangi pipi tuanya. Menyebabkan riasannya sedikit luntur. Tak beda jauh dengan Sherly yang kini menggenggam salah satu tangan Jonathan dengan erat.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD