DORR. Desingan peluru terdengar, disusul oleh suara teriakan keras seorang wanita saat sebuah timah panas bersarang di lengannya. Membuat pisau lipat yang tadi digunakan untuk melenyapkan sanderanya, refleks jatuh dengan sendirinya. Cairan merah pekat mengalir dari lengannya. Ekspresinya berubah marah. Matanya berpaling menatap seseorang yang menembaknya. Didapatinya seorang lelaki yang tersenyum dan mendekat. "Hampir saja," gumam lelaki itu. Naya yang melihat kesempatan untuk bebas, segera memanfaatkannya dan menjauh dari Sherly. Wanita yang ditembak dan kini terluka di bagian lengan. Dia menarik Jonathan menjauh tanpa memedulikan luka dan darah segar masih mengalir di lehernya. "Síalan! Kau siapa berani ikut campur dalam masalahku!" bentak Sherly sembari memegangi lengannya. Menghent

