Suasana di dalam mobil itu terlihat canggung. Naya sama sekali tidak mau membuka suara atau pun melirik lelaki yang saat ini tengah mengantarnya pulang. Dia hanya diam dan menatap lurus ke depan. Mengeratkan tubuhnya yang terasa lengket. Matanya sesaat terpejam. Mengulang kembali apa yang tadi dilakukannya bersama Rey. Rasanya dia ingin cepat pulang dan meminta maaf sebesar-besarnya pada Jonathan. "Kau masih memikirkan soal tadi? Maafkan aku, aku tidak bisa menahan diri." Naya melirik kesal. "Apa kau selalu meminta maaf setelah semuanya terlanjur terjadi? Kau tidak memikirkan sebelum melakukan tindakanmu itu, huh?" "Kau benar, aku bersembunyi di balik kata maaf. Kalau begitu, sekarang aku tidak akan meminta maaf, aku melakukannya dengan sadar dan aku tidak menyesal," jawabnya sembari se

