Malam kian larut, pesta pun kian meriah. Semua orang masih sibuk dengan dunia malam mereka. Begitu juga dengan yang Jonathan terus menuangkan minuman dan menenggaknya dengan salah satu tangan yang melingkar di pinggang Naya. Kesadarannya masih utuh, begitu pun dengan Naya yang hanya minum seteguk. Sementara orang-orang yang tadi berbincang bersama Jonathan, sudah tampak mabuk. Sebagian lain memilih pergi ke hotel bersama wanita yang mereka sewa dan lainnya terkapar di sofa. Mark? Entah ke mana, Naya tidak tahu menghilangnya laki-laki itu. "Apa kau menunggu seseorang?" tanya Naya penasaran. Mengalihkan perhatian Jonathan yang sedari tadi menatap area sekitar. "Mungkin. Kau bosan? Haruskah kita menyewa hotel sekarang?" Naya mendésah mendengarnya. Tangannya memilih meraih segelas vodka dan

