"Jadi kamu tetap tidak mau menurut, huh?" Isabel menatap benci ke arah Naya dan anaknya. Terlebih saat Jonathan memeluk pinggang wanita jàlang itu. Ada rasa sesak yang hadir dalam hatinya. Isabel tak habis pikir dengan sang anak. Dia hanya ingin masa depan yang baik untuk anak semata wayangnya dan itu artinya bukan bersama Naya. Wanita muràhan yang membiarkan dirinya digilir oleh banyak pria. Dia tidak akan pernah setuju. "Aku sudah bilang, aku hanya ingin Naya." Tangan kekar Jonathan meremàs lembut telapak tangan wanita di sebelahnya. Menghilangkan perasaan cemas yang mengganggu wanita itu. Pada akhirnya, mereka harus makan bersama di ruang VIP. Di mana tidak ada orang lain yang akan mendengar percakapan mereka. Demi menjaga harga diri Naya jika sewaktu-waktu mamanya melontarkan kata-ka

