Sebuah Sandaran

1252 Words

"Kenapa kalian membawaku ke sini?" Naya menatap rumah yang ada di depannya dengan bingung. Bukan rumah milik orang tuanya, melainkan rumah milik Rey. Kepalanya mendongak dan menatap Rey serta Jonathan yang ada di sisi kanan-kirinya. Dia ingin pulang, tapi pulang ke rumahnya, bukan ke tempat lain. "Tinggallah di sini," ucap Rey, yang semakin membuat Naya tidak paham. "Rey, Kak Arsen—" "Jangan bahas lagi, kau harus bisa menghadapi kenyataan," timpal Jonathan. Mengalihkan perhatian Naya. Naya tidak dapat membantah, mulutnya bungkam dalam sekejap. Dia masih tidak terima dengan berita kematian kakaknya. Naya belum melihatnya secara langsung, terlebih jasad kakaknya yang katanya telah ditemukan. Acara pemakaman pun sudah dilakukan saat dia sedang tidak sadarkan diri. Naya tidak menyangka ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD