"Kak Arsen jahat! Dia meninggalkanku dan mengejar wanita itu!" raung Naya saat berada dalam pelukan Rey. Menjadikan dadà laki-laki itu sebagai tempat untuk melampiaskan semua kekesalannya. Memukul-mukulnya dengan keras dan Rey hanya bisa pasrah. Diam seperti patung sambil menunggu Naya tenang. Arsen sempat menyuruhnya untuk menjaga Naya tadi. Temannya khawatir dengan Raline dan adiknya. Rey tahu itu. Perasaan Arsen terbagi untuk dua orang yang berharga. Namun sialnya, laki-laki itu justru malah menyakiti keduanya sekaligus. Rey tidak bisa menyalahkan Arsen, walau temannya itu memang bodoh. Harusnya Arsen menyembunyikan Raline dan tidak memberitahu identitas wanita itu pada Naya. Hal yang membuat luka lamanya kembali terbuka. Sekarang, karena tindakan bodoh Arsen, adik yang selama tujuh t

