Naya terduduk di pinggir ranjang dengan perasaan cemas. Dia tidak jadi berangkat kerja dan memilih menemani Isabel yang terbaring di ranjangnya setelah pingsan. Peristiwa pagi yang menghebohkan itu, jelas membuatnya juga kaget sekaligus bergidik takut. Naya berharap ancaman itu tidak benar-benar terjadi. Dia merasa kasihan melihat Isabel yang seperti ini. Sejahat apa pun yang dilakukan wanita itu dulu, dia tetaplah orang tua yang harus dihormati. "Naya, maafkan aku merepotkanmu." Ucapan itu terlontar bersamaan dengan pintu yang kini terbuka. Menampilkan Jonathan yang datang dengan tergesa-gesa. Lelaki itu juga tidak jadi pergi ke kantor dan sibuk mencari tahu siapa dalang yang ada di balik kehebohan pagi ini. Naya bangkit dari ranjang dan berjalan menghampiri Jonathan dengan penasaran.

