Rey melingkarkan tangannya secara menyilang di tubuh Naya dari belakang. Menatap Naya, lalu Jonathan secara bergantian. "Ini salahku. Ini gara-gara aku yang tidak bisa menahan diri dari 'rasa sakitku', aku telah membuat Naya khawatir. Aku minta maaf, Naya. Aku tidak akan melakukannya lagi mulai sekarang, kau tidak perlu bersama dengan pria ini. Aku bisa menjaga diriku sendiri." Naya menatap Rey dengan mimik sendunya. Wajah lelaki itu terlihat masih sedikit pucat. Harusnya Rey tidur di ranjang. Mata Naya bergetar melihatnya. Kepalanya menggeleng pelan. Tak setuju dengan ucapan lelaki itu, dari awal, dialah yang salah. Tindakan impulsif yang diambilnya sangat terburu-buru dan dia melukai bukan hanya satu pihak. Bukan hanya Jonathan yang terluka, tapi juga dirinya dan mungkin ibu kandung lel

