"Rey, apa ada yang ingin kaukatakan padaku?" Naya mengaduk-aduk makanannya tanpa minat. Matanya tak sedikit pun menatap lelaki di sampingnya. Dia masih memikirkan orang yang tadi pagi meneleponnya. Suara lelaki dan Naya menduga kalau orang tersebut merupakan anak buah Rey. Saking penasarannya, Naya sampai tidak dapat fokus bekerja. Dia menahan diri sejak pagi tadi untuk menanyakannya langsung pada Rey. "Hmm? Katakan apa?" Tatapan bingung terlukis jelas di wajah lelaki yang kini spontan menghentikan acara makannya dan mendongak ke arahnya. Rey tidak akan paham atau mengerti dengan apa yang Naya katakan. Lelaki itu juga tidak tahu kalau ada salah satu anak buahnya yang menelepon. Naya merahasiakannya. "Tidak, lupakan." Naya mengakhirinya dengan membiarkan Rey kini menatap penuh kebingung

