6

3804 Words

Bianca masuk ke dalam kediamannya dengan di ikuti oleh Rezvan dibelakangnya. Bianca berjalan sambil melepaskan masker dan topi yang sebelumnya dikenakannya. “Ma, Mama.” Teriak Bianca memanggil Mama nya. “Ihh mana sih Mama!” kesal Bianca karna wanita yang di panggilnya itu tak kunjung keluar dari persembunyiannya. “Lo harus teriak?” tanya Rezvan sambil menatap kesal Bianca yang berteriak sedari tadi. “Hm?” gumam Bianca sembari menoleh pada Rezvan. “Gak harus kan?!” tanya Rezvan dengan nada dingin sambil menatap tajam tunangannya. “Eng--gak sih.” ujar Bianca terbata-bata. “Jangan teriak-teriak kalau gitu!” ujar Rezvan penuh penekanan. “Mulai ngeselinnya!!” kesal Bianca dalam hati sembari memutar matanya jengah. “Jangan rolling eye sama gua Anka!” tegur Rezvan. “Oke, maaf..” ujar Bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD