Beberapa jam berlalu, Bianca masih berada di tempat tidurnya tanpa berbuat apapun selain berpikir apa yang sedang terjadi dan apa yang membuat kehebohan pada orang disekitarnya. Tok..Tok..Tok. “Anka, gua masuk,” ujar Rezvan sambil masuk tanpa menunggu jawaban dari Bianca. Bianca sedari pagi berusaha mengontrol detak jantungnya, dia berhasil meminimalisir hal tersebut. Namun begitu melihat kehadiran Rezvan, jantung Bianca kembali berdetak lebih cepat. “Kak Rezvan," panggil Bianca. Rezvan memamerkan smirk-nya singkat. Dengan langkah besar, Rezvan mendekat ke arah tempat tidur di mana Bianca berada. Rezvan berhenti tepat di depan Bianca, Bianca mendongakkan kepalanya menatap Rezvan. “Lama ya?” tanya Rezvan. “Lumayan," jawab Bianca. “Lo gak ada buka media sosial apapun kan Anka dari ta

