-32- The Lie

1643 Words

Alfon mendorong piring berisi toast dan telur bagiannya ke arah Elsa. “Kalau kamu masih lapar, makan ini aja,” Alfon menawarkan. Elsa menoleh dan tersenyum. “Aku udah kenyang, kok. Kamu aja, kenyangin makannya.” Alfon tersenyum senang mendengarnya dan mengangguk. Namun, suasana manis itu terganggu suara gebrakan di meja. Alfon bisa menebak bahkan tanpa melihat. Jika bukan Aira, pasti Rey. Dua manusia penuh dendam itu. “Kalian tuh emang ya, ngeselinnya nggak kira-kira,” geram Aira. “Emangnya aku sama Elsa salah apa?” balas Alfon tanpa rasa bersalah. Memangnya, apa yang salah jika ia bermesraan dengan istrinya? “Ngomong kayak gitu, nggak malu tuh sama pintu kamar?” sindir Rey. Alfon mengabaikan sindirannya. “Kalau sirik ya, buruan nikahin Aira,” balasnya santai. Rey mendesis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD