Alfon ikut tersenyum melihat Elsa tersenyum. Wanita itu tampak cocok dengan mahkota bunga di atas kepalanya. Ia semakin cantik. Ah, bagaimana nasib jantung Alfon? Jangan ditanya. Sejak pertama kali melihat Elsa tadi, jantungnya seolah ikut lomba lari sekecamatan. Sampai Alfon merasakan senggolan cukup keras di bahunya. Alfon sampai terdorong ke depan. Ketika menoleh, Alfon terkejut melihat Ken dan rombongannya. “Kalian …” “Juan bilang, kamu ke sini sendiri. Lagian, ini kan waktunya kita ketemu mamamu,” kata Rey. Alfon menatap teman-temannya satu-persatu. Bahkan, Aira juga ikut. “Udahan dulu lah, berantemnya sama Aira,” celetuk Ken. “Lagian, dia datang ke sini juga ada yang mau diomongin sama kamu.” “Iya. Lagian, kita kan udah janji, mau nemenin kamu tiap kamu mau ketemu mamamu,

